Labuhanbatu, 28 April 2026 – Universitas Labuhanbatu (ULB) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan sukses menyelenggarakan pengukuhan Guru Besar kepada Prof. Dr. Novilda Elizabeth Mustamu dalam bidang Pertanian/Agroteknologi. Momen bersejarah ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena beliau tercatat sebagai satu-satunya Guru Besar yang berasal dari Labuhanbatu. Pencapaian ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan individu, tetapi juga mencerminkan kemajuan kualitas pendidikan tinggi di daerah yang terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Acara pengukuhan berlangsung dengan penuh khidmat dan haru, dihadiri oleh jajaran yayasan, rektor, senat universitas, sivitas akademika, serta keluarga dan kolega dekat. Prosesi berjalan lancar dan sarat makna, mencerminkan penghormatan atas pencapaian akademik tertinggi yang diraih. Nuansa emosional terasa ketika seluruh hadirin memberikan penghormatan dalam prosesi resmi, yang sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang dunia akademik yang penuh dedikasi, penelitian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Novilda menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Memperkuat Ketahanan Pangan Melalui Eksplorasi dan Potensi Jagung Lokal: Strategi Seleksi, Mutasi, dan Pendekatan Holistik Bio-Amelioran untuk Mitigasi Kekeringan.” Orasi ini menegaskan pentingnya inovasi di sektor pertanian, khususnya melalui pemanfaatan jagung lokal sebagai solusi strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan perubahan iklim. Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan teknologi pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap kondisi lingkungan, sehingga hasil penelitian tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi mampu diimplementasikan secara luas.

Rektor Universitas Labuhanbatu dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian bersejarah ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan institusi serta bukti nyata komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lebih lanjut, ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa untuk terus berinovasi, meningkatkan produktivitas riset, serta memperkuat posisi Universitas Labuhanbatu sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Universitas Labuhanbatu, Dr. Halomoan Nasution, turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan langkah penting menuju penguatan kualitas akademik universitas. Yayasan juga berkomitmen untuk terus mendukung dosen dalam meraih jabatan profesor melalui berbagai program strategis, seperti peningkatan kualitas penelitian, fasilitasi publikasi ilmiah bereputasi, serta penguatan kapasitas akademik dosen melalui pelatihan dan kolaborasi riset.

“Kami menargetkan dalam lima tahun ke depan Universitas Labuhanbatu mampu melahirkan lebih banyak profesor, bahkan hingga 14 Guru Besar,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa target tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang dalam meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Acara ini juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi. Kehadiran Guru Besar dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya di sektor pertanian yang menjadi salah satu unggulan. Pemerintah daerah berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dapat terus diperkuat, sehingga hasil penelitian dan inovasi akademik dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan, diiringi rasa bangga dari seluruh pihak yang hadir. Pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi bagi Prof. Novilda, tetapi juga menjadi tonggak penting bagi Universitas Labuhanbatu dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa. Ke depan, momentum ini diharapkan mampu membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak akademisi berprestasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan.

